REFLEKSI KITAB KEJADIAN-ULANGAN


Nama : Anggreni Mandina Nguada


REFLEKSI  Kitab Kejadian

Ada banyak hal yang saya dapatkan setelah membaca Kitab kejadian, bersyukur karena begitu banyak hal yang didapatkan setelah membaca Kitab Kejadian. Kita dapat melihat dalam kitab kejadian pasalnya 1 disitu Allah mengatakan bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi sampai dengan penciptaan yang terakhir yaitu manusia. 
Manusia diciptakan sangat berbeda dengan ciptaan lain-Nya, jika Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan yang berbiji dengan berfirman maka berbeda lah dengan manusia. Manusia dibentuk dan diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.  Sebagai gambar dan rupa Allah, maka hendaklah kita mentaatih semua perintah Allah. Namun kenyataan-Nya manusia tidak mengindahkan perkataan Allah, manusia lebih memilih perkataan Iblis sehingga mengakibatkan jatuh dalam dosa.

Karena ke berdosaan dan ketidaktaatan maka membuat manusia harus berpisah dari Allah.  dalam hal ini menjadi suatu refleksi tersendiri bagi saya, bahwa kejatuhan manusia dalam dosa sudah menjadi ketetapan dan kedaulatan Allah. Namun kejatuhan manusia bukan berarti bahwa Allah meninggalkan ciptaan-Nya. Melainkan memperhatikan ,mempedulikan bahkan memelihara ciptaan-Nya. pemeliharaan Tuhan dapat kita lihat melalui Yusuf,Yusuf yang dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya,namun karena pertolongan Tuhan ia tidak dapat dibunuh. Pemeliharaan Tuhan juga dapat kita lihat melalui Abraham, Allah menjadikannya suatu bangsa yang besar melalui Abraham.
Secara Pribadi saya sangat bersyukur karena sampai saat  ini saya ada sebagaimana saya ada itu semua karena pemeliharaan Tuhan. Dalam pemeliharaan-Nya Allah menunjukan kedaulatan-Nya. Sebagai ciptaan maka sudah seharusnya manusia bergantung penuh pada Allah, sebab hanya Dialah yang mampu memberi hidup kepada ciptaan-Nya.

REFLEKSI  KITAB KELUARAN 3:1-10
Berbicara mengenai Musa, mungkin kita mengenal Musa sebagai seorang pemimpin yang hebat dan taguh, dan bahkan Ia menerima sepuluh perintah Allah. Berbicara mengenai penampakan dapat kita lihat pada pasal yang ke 2, di situ Allah menampakkan diri-Nya di semak-semak duri.  Keinginantahuan Musa ketika melihat penampakan tersebut sangat besar,  dengan rasa penasaran ia mulai mendekati semak duri tersebut,  untuk melihat apa yang sedang terjadi.  Namun Keinginan tersebut tidak tersampaikan karena pada ayat 5 Allah berfirman kepadanya untuk tidak mendekati, sebab tanah dimana Musa menginjakan kakinya adalah tanah yang kudus.

berbicara mengenai hal larangan merupakan suatu keanehan bagi Musa pada saat itu. Jika kita merenungkan bagian ini dapat kita pahami bahwa sebagai manusia yang penuh dengan dosa dan noda  tidak pantas untuk  bertemu dengan Allah secara langsung. 
Maka dari itu Allah menyuruhnya untuk tidak menyimpang dari jalannya.  Musa yang menuruti perintah Allah pada saat itu takut memandang Allah sehingga Ia menutupi matanya.  Kita perlu tau kedatangan Allah pada saat itu ialah memberikan perintah kepada Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan yaitu tanah Mesir.  Allah memilih musa sebagai pemimpin untuk bangsa Israel,  dan musa pada saat itu dengan kerendahan hatinya mengatakan kepada Allah bahwa dirinya bukanlah siap-siapa, Ia mengatakan bahwa dirinya ialah orang yang tidak pandai berbicara.  Namun Allah yang mahakuasa itu tetap memeliharanya. Dalam hal ini menjadi suatu refleksi tersendiri bagi saya bahwa kita boleh menyadari kelemahan dalam diri kita,  namun Tuhan akan memampukan kita, apapun yang menjadi persoalan dalam hidup kita Allah selalu ada untuk kita.

 IMAMAT
Imamat 26:1-13
Dari kitab Imamat yang telah saya baca, yang menjadi suatu renungan ialah bahwa Seringkali dalam kehidupan kita sehari-hari Handphone menjadi suatu berhala bagi kita, seringkali kita menjadi orang yang tidak taat kepada Allah. Seringkali juga kita mengatakan bahwa mengikut Tuhan merupakan suatu hal yang tidak enak, kita berbicara karena kita tidak melihat Allah yang kita sembah secara langsung. Karena hal itu sehingga membuat kita jauh dari Allah dan mulai tergoda terhadap tawaran-tawaran dunia yang bersifat menggoda atau menggiurkan. Kebanyakan orang tawaran-tawaran duniawi merupakan suatu kerugian terbesar dalam dirinya. Namun bagi orang percaya itu merupakan suatu hal yang sangat-sangat tidak penting bagi. Karena bukan tawaran-tawaran dunia yang akan menyelamatkan, melainkan Yesus Kristus yang telah datang ke dunia untuk menebus dosa kita.
Namun jika kita lihat dalam pasalnya yang 1 disitu jelas Allah mengatakan bahwa janganlah ada diantar kita yang membuat berhala.Namun perintah itu kita abaikan,  seolah-olah kita tidak mendengar,  kita mengeraskan hati,  sama seperti bangsa Israel yang begitu keras hatinya. Firman Tuhan mengatakan bahwa hendaknya kita hidup menurut ketetapan Allah. Mengikuti ketetapan Allah adalah sebuah keputusan yang harus dilandasi oleh kesadaran, komitmen, dan kepercayaan. Seringkali kita mengatakan bahwa kita harus memegang suatu komitmen untuk membangun bersama, namun kenyataannya hal itu cuman sekedar omongan belaka padahal dalam Kitab  jelas mengatakan bahwa, Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, 26:4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.
Mengikuti ketetapan Allah ialah bukan suatu hal yang mudah untuk kita lakukan, didalamnya ada banyak tantangan-tantangan yang harus kita lewati. Namun kita harus percaya bahwa Allah tidak pernah membiarkan kita sendirian. Melakukan ketetapan Tuhan memiliki tujuan dan nilai-nilai yang mulia, yaitu untuk menyatakan serta melayani sesama dalam cinta kasih Tuhan. Paulus mengatakan bahwa kemerdekaan yang kita peroleh bukan berarti hidup bebas tanpa aturan dan hukum. Salah satu ciri kemerdekaan dalam Kristus adalah bersedia untuk melayani orang lain dalam kasih (Gal.5:1, 13-15) Mengikut Tuhan adalah sebuah kebanggaan karena kita bisa menyatakan dan meneruskan karya Tuhan melalui teladan  hidup kita yang mempengaruhi serta menjadi berkat bagi sesama.
Mengikut Tuhan adalah suatu berkat yang istimewa didalamnya. Maka dari itulah marilah disetiap kita dengan sungguh-sungguh mau meninggalkan perbuatan-perbuatan kita yang tidak berkenan kepada Allah, dan mau menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah. Kita memberikan hidup kita diatur oleh Allah dan kita membuang semua berhala-berhala yang menghambat kita bertumbuh didalam Yesus.

BILANGAN


            Setelah saya membaca keseluruhan dari Kitab keluaran ini, ada banyak hal yang saya dapatkan. Dalam kitab ini sendiri menceritakan perjalanan bangsa Isreal di padang Gurun selama 40 tahun lamanya. Bangsa Israel ada di Gunung Sinai pada tanggal satu bulan yang kedua dalam tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir. berfirmanlah Allah kepada Musa untuk menghitung jumlah pria yang berusia dua puluh tahun ke atas yang sanggup berperang. Sensus itu menyatakan bahwa ada 603.550 orang laki-laki di Bangsa Israel. Ini merupakan persiapan untuk perang.

            Berbicara mengenai perjalanan Israel dengan waktu yang begitu cukup lama, membuat mereka bersungut-sungut kepada Allah. bangsa ini adalah bangsa yang tidak memiliki rasa ucapan terimakasih kepada Allah. Allah yang penuh kasih sayang memelihara mereka dalam perjalanan. Ia memberikan mereka tiang awan dan tiang api. Namun bangsa yang tegar tengkuk itu yang mereka mau ialah mengikuti keinginan mereka (tanpa merasakan hidup susah), mereka memberontak kepada Allah.
Ditengah-tengah pemberontakan mereka Allah tetap memelihara mereka, dengan memberikan makanan.  Namun bangsa yang tegar tengkuk ini tetap mengeluh kepada Allah karena bosan makan manna dan merindukan mentimun, semangka dan bawang di Mesir.
Karena keluhan itu terlalu berat bagi Musa, Tuhan menyuruh supaya Musa mengumpulkan tujuh puluh tua-tua dan Roh Allah hinggap atas mereka supaya mereka dapat menolong Musa dengan membawa beban umat itu. Tuhan menetapkan tua-tua sebagai pemimpin bersama Musa (bil.11). bukan saja keluhan terhadap makanan, namun banyak keluhan lainnya yang mereka lontar kepada Allah. mereka mengeluh karena air, mengeluh karena perjalanan yang jauh. Sungguh bangsa ini adalah bangsa yang tidak memiliki hati atau ucapan terimakasih kepada Allah.
Dalam kehidupan kita seringkali kita menjadi seperti bangsa Israel, seringkali kita tidak mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan, seringkali kita mengatakan bahwa tuhan tidak adil. Kita tidak pernah sadar bahwa kalimat-kalimat yang kita ucapkan itu adalah menyakiti hati Tuhan, kita hanya mementingkan diri kita sendiri tanpa memikirkan perasaan Allah.  dalam hal ini menjadi suatu refleksi  bagi saya sendiri bahwa segala-galanya kedaulatan Allah.



ULANGAN 4

Dalam Kitab ini Allah berfirman kepada Musa untuk mengingatkan kepada bangsa Israel bahwa selama ini Allah telah memelihara mereka. Selain itu musa juga mengingatkan kembali kepada bahwa sejak mereka keluar dari tanah Mesir, mereka selalu bersungut-sungut. Untuk tidak mengulangi hal yang sama maka Musa memberikan suatu perintah yang besar agar mereka memiliki hidup yang berkenan kepada Allah yaitu taat kepada taurat dan mengasihi Allah dengan sepenuh hati. Allah yang penuh kemahatauan mengetahui benar apa yang akan terjadi kepada Umat-Nya, maka dalam Ul 4:9 Allah diperingatkan kepada mereka untuk ingat perjanjian, perjanjian dengan Abraham, Ishak dan Yakub dan juga perjanjian dengan nenek moyang mereka di bukit Sinai.  Jika kita merenungkan ayat ini sering kali kita melupakan akan pemeliharaan Allah. sebagai orang Kristen seringkali kita mengatakan bahwa kita adalah hebat, seringkali juga kita mengatakan bahwa segala sesuatu itu karena kekuatan dari dalam diri sendiri. Tanpa kita sadari bahwa itu semua karena pertolongan Tuhan.
Dalam Ulangan 1:9 disitu Musa yang merupakan pilihan Allah, Dia sendiri tidak sanggup memegang tanggung jawab yang diberikan Allah terhadap dirinya, Ia membutuhkan orang lain untuk menolongnya.  Tanpa bertanya kepada Allah, Musa mengizinkan mereka langsung memilih 12 pengintai dan ia berkata bahwa hal itu merupakan hal yang baik.Karena kepercayaan dari diri sendiri maka mengakibatkan sepuluh  pengintai itu mati. Karena mendengar  hal tersebut maka ketakutanlah bangsa Israel. dan menolak masuk Tanah Perjanjian. Inilah pemberontakan kepada perintah Tuhan. Sebagai akibatnya, setiap orang dewasa yang keluar dari Mesir mati di padang pasir. Hanya Yosua dan Kaleb dari generasi itu yang diizinkan masuk Kanaan.
Karena ketidaktaatan mereka untuk mendengar maka hal itu merupakan suatu pembelajaran bagi mereka,agar selalu mengingat apa yang telah dulu menjadi suatu perjanjian. Dalam bagian ini menjadi suatu teguran secara pribadi bahwa segala keputusan berasal dari Allah sendiri dan bukan manusia yang memutuskan. Janganlah sekali-kali kita  melalaikan perintah Allah dan hukum taurat. Ketidaktaatan bangsa Israel menjadi suatu contoh bagi hidup kita secara Pribadi.Dalam Kitab ini juga membahas tentang peraturan mengenai hukum-hukum Allah. Oleh karena itu mereka harus hidup memuliakan Allah, dan hidup menurut hukum Tuhan. Perintah-perintah itu adalah perintah Tuhan yang penting dan kudus. Hukum itu harus ditaruh di dahi dan tangan. Perlu dibicarakan di dalam rumah waktu bangun, makan, tidur. Harus ditaruh di ambang pintu rumah.  Dalam hal ini menjadi suatu refleksi buat saya sendiri bahwa perintah Allah adalah perintah yang harus dipatuhi. Sedangkan hukum taurat sendiri membuktikan bahwa tidak ada manusia yang benar, yang kudus, yang sanggup melakukan semua perintah ini. Dalam hukum Taurat terdapat standar kebenaran Allah. Karena itu, hanya oleh imanlah kita dapat dibenarkan dan bukan karena perbuatan kita.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau di BENTUK OLEH Allah